Langsung ke konten utama

 



sumber gambar: pinterest


Sastra Wangi, Sarana Perempuan Dalam Menyuarakan Ideologi Feminisme

Sagita Maharani

 

Mengutip dari Wikipedia.com sastra wangi adalah sebutan yang diberikan untuk karya sastra Indonesia karya penulis perempuan. Istilah sastra wangi ini sendiri muncul pertama kali setelah terbitnya novel Saman (1998) karya Ayu Utami. Hal yang mendasari munculnya sastra wangi adalah tema seks yang diusung oleh penulisnya. Dari segi isi sastra wangi memang menampilkan pembahasan yang cukup berani dan menantang yaitu mengangkat tentang tema seksualitas dengan ciri khas penuh dengan ekspresi pengarang, bebas, dan terbuka terutama dalam mengangkat hal yang tabu, yang awalnya tidak layak diperbincangkan menjadi layak untuk diperbincangkan. Dalam novel-novel sastra wangi, banyak menyuarakan tentang hak dan otoritas tubuh perempuan, selain itu novel-novel sastra wangi juga menunjukkan perlawanan terhadap dominasi maskulin yang merugikan.

Sastra wangi timbul dikarenakan Ayu Utami ingin menyuarakan pendapatnya bahwa perempuan bukan hanya berperan sebagai objek seksual semata atau tempat pelampiasan nafsu, perempuan juga punya hasrat seksual dan memiliki kewewenangan penuh atas tubuhnya. Tentu saja yang paling dominan dalam sastra wangi adalah bidang seksualitas, baik dari segi psikologis maupun sosiologis karena sastra wangi mengandung unsur seksualitas yang frontal dan telanjang yang menebas anggapan bahwa perempuan tidak pantas berbicara tentang seks.

Karakter yang diciptakan penulis dalam novel-novel sastra wangi cenderung memiliki sifat tegas, kuat dan memiliki jiwa pemberontak, sebagai bentuk penolakan terhadap budaya patriarki dan adat yang membelenggu gender tertentu. Penulis sastra wangi melakukan pendobrakan lewat karyanya dimana menampik segala perspektif yang berlaku di masyarakat tentang kaum hawa, seperti perempuan yang kehilangan keperawanannya dianggap tidak suci dan dipandang negatif atau perempuan yang dipandang sebelah mata karena statusnya yang janda. Di dalam novel-novel sastra wangi juga banyak menampilkan suara tentang perempuan yang menolak norma atau adat yang tidak adil bagi kaum perempuan. Ayu Utami dalam otobiografinya, Pengakuan Eks Parasit Lajang (KPG,2013) dengan jelas menyatakan bahwa ia telah membangun sistem nilai sendiri yang dirasa lebih adil dan baik daripada sistem nilai yang beredar di masyarakat.  

Selain Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu juga memaparkan mengenai tulisannya yang dianggap vulgar dan jorok bahwa ia ingin berteriak jika perempuan memiliki banyak persoalan atas pengalaman seksualnya. Persoalan yang mirisnya timbul dikarenakan perempuan tidak begitu paham atas seksualitasnya sendiri dan menganggap bahwa seks adalah hal yang harus disimpan rapat-rapat, ini dibuktikan dari banyaknya perempuan yang memilih bungkam saat dilecehkan atau bahkan diperkosa karena takut dan merasa malu untuk mengekspos apa yang telah dia alami. Sastra wangi disini bertujuan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan merebut kembali hak-hak perempuan yang ditutupi oleh adat dan kebiasaan masyarakat.

Sesungguhnya sastra wangi bukanlah salah satu genre atau aliran dalam sastra. Sastra wangi merupakan istilah yang dibuat-buat dengan tujuan untuk mengejek. Sebagai karya sastra yang mengangkat tema yang tabu untuk dipublikasi karena dianggap terlalu vulgar dan mendapatkan kategori pembaca dewasa, tentu sastra wangi menuai banyak kritik dari berbagai kalangan karena dianggap sebagai karya yang bertentangan dengan agama dan budaya timur. Tetapi tidak sedikit pula yang pro akan hadirnya sastra wangi karena dianggap sebagai media dalam menyampaikan aspirasi perempuan yang merasa lelah akan perspektif masyarakat yang merugikan pihak perempuan. Bukankah sebuah karya sastra akan tetap berbobot apabila di dalamnya terdapat nilai-nilai positif yang dapat disampaikan kepada para pembaca?

 

 

Daftar Pustaka

Anja Pradnyaparamita. Sastra Wangi, Feminisme, dan Generasi Baru Sastra Indonesia. Universitas Kristen Petra, Surabaya.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_wangi

 

Komentar