Langsung ke konten utama

Postingan

 Hai.. apa kabar? lama tak saling menyapa ruang percakapan kita sudah kian memudar tak rindukah padaku? jika iya, kutunggu suara denting pesan darimu malam ini -S
Postingan terbaru
Kita adalah cerita yang ditinggalkan semesta Cerita yang tak lengkap sebab kamu memilih berhenti Sebelum kita sampai pada penghujung kisah Cerita yang hanya memiliki prolog tanpa epilog yang tak sempat terisi Sebab tak ada kata selesai dalam sunyi kepergianmu Cerita yang meninggalkan halaman kosong pada lembar terakhir Dan tak tau entah kapan akan diisi oleh bait kembali -S
  Pada bayangan semu yang tak kunjung berjumpa dengan jemu Ada rasa yang sesungguhnya ingin lepas namun tak bisa sebab masih ingin beradu pada temu Ada logika yang kian memberontak seakan memaki perasaan yang terjebak dalam penantian buntu Tak sadarkah aku? Jika yang ditunggu tak akan pernah peduli jika sedang ditunggu Mengapa berpura-pura tak tahu? Jika yang dinanti telah berujar janji pada lain hati   -S
Kita pernah berada dalam satu kata Pernah merangkai bait yang sama Pernah juga berada dalam irama jemari yang selaras Hingga akhirnya kita mengenal kata lain Kata yang membuat kita tersadar Jika selama ini kita adalah beda arah yang memaksa untuk searah Kata yang akhirnya aku dan kamu kenal dengan perpisahan   -S
  sumber gambar: pinterest Sastra Wangi, Sarana Perempuan Dalam Menyuarakan Ideologi Feminisme Sagita Maharani   Mengutip dari Wikipedia.com sastra wangi adalah sebutan yang diberikan untuk karya sastra Indonesia karya penulis perempuan. Istilah sastra wangi ini sendiri muncul pertama kali setelah terbitnya novel Saman (1998) karya Ayu Utami. Hal yang mendasari munculnya sastra wangi adalah tema seks yang diusung oleh penulisnya. Dari segi isi sastra wangi memang menampilkan pembahasan yang cukup berani dan menantang yaitu mengangkat tentang tema seksualitas dengan ci ri khas penuh dengan ekspresi pengarang, bebas, dan terbuka terutama dalam mengangkat hal yang tabu, yang awalnya tidak layak diperbincangkan menjadi layak untuk diperbincangkan. Dalam novel-novel sastra wangi, banyak menyuarakan tentang hak dan otoritas tubuh perempuan, selain itu novel-novel sastra wangi juga menunjukkan perlawanan terhadap dominasi maskulin yang merugikan. Sastra wangi timbul dikarena...